Ketimpangan Distribusi Pendapatan 

Diposting pada

Krisis ekonomi yang terjadi pada pertengahan tahun 1997 tampaknya berdampak baik terhadap distribusi pendapatan di Indonesia. Rasio gini justru menurun dari 0.35 pada tahun 1996 menjadi 0,32 pada tahun 1998. Artinya. krisis ekonomi menyebabkan terjadinya penurunan timpangan pendapatan.

Ketiga, distribusi pendapatan di perkotaan lebih timpang daripada di perdesaan. Rasio gini di perkotaan berkisar antara 0,31 – 0.38, sementara di perdesaan berkisar antara 0,24-0,30 selama periode 1976-2008. Dengan kata lain, distribusi pendapatan di pedesaan jauh lebih merata daripada perkotaan.

Kendati ketimpangan distribusi pendapatan di Indonesia relatif rendah menurut standar Bank Dunia, ternyata porsi terbesar kue nasional tetap dinikmati oleh 20% penduduk berpendapatan tertinggi dan 40% penduduk berpendapatan menengah. Pada tahun 1976. kelompok 20% penduduk berpendapatan tertinggi telah menerima 42.5% pendapatan.

Pada tahun 2008, kelompok tersebut dapat menikmati 44.2% pendapatan. Pada tahun 1976. kelompok 40 persen penduduk berpendapatan menengah telah menerima 38% dari pendapatan; pada tahun 2008, kelompok tersebut dapat menikmati 35.6% dari pendapatan.

baca juga :

Masalah Pembangunan Pertanian

Pertanian di Indonesia dan Strategi Pembangunannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *